THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Minggu, 29 Maret 2009

HNW Biography




Dr. Haji Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A. (lahir di Klaten, Jawa Tengah, 8 April 1960; umur 48 tahun) adalah Ketua MPR Indonesia untuk periode 2004-2009 dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera dari 21 Mei 2000 hingga 11 Oktober 2004.


Hidayat Nur Wahid menjadi Ketua MPR RI periode 2004-2009 setelah mengalahkan saingannya — Sucipto - dengan selisih dua angka yang diusung Koalisi Kebangsaan.

Dari pernikahannya dengan Almarhum Hj. Kastian Indriawati, Hidayat mempunyai empat anak: Inayatu Dzil Izzati, Ruzaina, Alla Khairi, dan Hubaib Shidiqi. Setelah istri pertamanya tersebut wafat, Hidayat Nur Wahid menikahi seorang janda dr. Diana Abbas Thalib pada tanggal 11 Mei 2008 di TMII.

Pendidikan
> SDN Kebondalem Kidul I, Prambanan Klaten, 1972
> Pondok Pesantren Walisongo, Ngabar Ponorogo, 1973
> Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, 1978
> IAIN Sunan Kalijogo, Yogyakarta ( Fakultas Syari'ah), 1979
> Fakultas Dakwah & Ushuluddin Universitas Islam Madinah Arab Saudi, 1983 Judul Skripsi Mauqif Al-Yahud Min Islam Al Anshar
> Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah Arab Saudi, jurusan Aqidah, 1987 Judul Skripsi Al Bathiniyyaun Fi Indonesia,Ardh wa Dirosah
> Program Doktor Pasca Sarjana Universitas Islam Medina, Arab Saudi, Fakultas Dakwah & Ushuludiin, Jurusan Aqidah, 1992 Judul Disertasi Nawayidh lir Rawafidh Lil Barzanji, Tahqiq wa Dirosah

Pekerjaan

1. Dosen Pasca Sarjana Magister Studi Islam, UMJ
2. Dosen Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum, UMJ
3. Dosen Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
4. Dosen Fakultas Ushuluddin (Program Khusus) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
5. Dosen Pasca Sarjana Universitas Asy-Syafiiyah, Jakarta
6. Ketua LP2SI (Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam) Yayasan Al-Haramain, Jakarta
7. Dewan Redaksi Jurnal Ma'rifah
8. Ketua Forum Dakwah Indonesia


Organisasi

- Anggota PII (Pelajar Islam Indonesia), 1973
- Andalan Koordinator Pramuka Gontor bidang kesekretariatan, 1977-1978
- Training HMI IAIN Yogyakarta, 1979
- Sekretaris MIP PPI Madinah, Arab Saudi, 1981-1983
- Ketua PPI Arab Saudi, 1983-1985
- Peneliti LKFKH (Lembaga Kajian Fiqh dan Hukum) Al Khairot
- Anggota Pengurus badan Wakaf Pondok Modern Gontor, 1999


Seminar dan karya ilmiah
1. Menghadiri undangan MASG di IIlinois, AS, 1994 (Menyampaikan prasaran)
2. Menghadiri undangan International Islamic Student Organisation di Istambul, Turki, 1996
3. Seminar Internasional madrasah wak Tanjung Al-Islamiyyah, Singapore, 1998 (Menyampaikan makalah).
4. Menghadiri undangan Seminar International dari Moslem Association of Britain di Manchester dan London.
5. Seminar mahasiswa Indonesia di Malaysia, 1999 (Menyampaikan makalah).
6. Seminar Internasional dari LIPIA dari Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh, di Jakarta (Menyampaikan makalah), 1999 bersama KH. Irfan Zidny, MA, Prof.Ismail Sunni dan KH. Abdullah Syukri Zarkasi, MA.
7. Menghadiri seminar Internasional di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, bekerjasama dengan Universitas Imam Muhammad Saud, Jakarta 1999.
8. Menghadiri undangan festival nasional dan seminar internasional Janadriyah, Riyad, Arab Saudi (tahun 2000) bersama Prof. Dr. Nurcholis Madjid dan Prof. Dr. Amien Rais.
9. Menghadiri undangan seminar Perkembangan Islam di Eropa dari Islamiska Forbundet I Sverige, Stockholm, Swedia.
10. Menjadi Pembicara pada Seminar Mahasiswa Indonesia se - Timur Tengah dan Sekitarnya di Rabat - Maroko pada tanggal 28 - 29 Juli 2006.
11. Berbagai seminar di dalam negeri
12. Membimbing dan menguji tesis master mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah dan IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Kata Pengantar buku-buku terjemahan

- Prinsip-prinsip Islam untuk kehidupan oleh Prof. Sholeh Shawi
- Ensiklopedi Figh wanita oleh Prof. Abdul Karim Zaid (cetakan Rabbani Pres)
- Pengantar studi Islam oleh Ust. Prof. Yusuf Al Qordhowi (cetakan Al-Kautsar)
- As-Sunnah sebagai sumber ilmu dan kebudayaan oleh Ust. Prof. Yusuf Al Qordhowi (cetakan Al-Kautsar)
- Fitnah Kubro, klarifikasi sikap para sahabat oleh Prof. Amhazun (cetakan Al-Haramain)
- Kajian atas kajian Hadits Misogini (dalam buku Feminisme)
- Tadabbur Surah Al Kahfi (dalam bulletin Tafakkur)
- Tadabbur Surah Yasin (dalam bulletin Tafakur)
- Editor terjemah tafsir Ibnu Katsir
- Menulis rubrik HIKMAH di harian REPUBLIKA
- Beberapa makalah diseminar-seminar
- Tajdid sebagai sebuah harakah (jurnal Ma'rifah)
- Revivalisme Islam dan Fundamentalisme sekuler dalam sorotan sejarah (dalam buku menggugat gerakan pembaharuan Islam)
- Inklusivisme Islam dalam literatur klasik (dalam jurnal Profetika)

Susilo Bambang Yudhoyono



Jend. TNI Purn. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949; umur 59 tahun) adalah pensiunan jenderal militer Indonesia dan Presiden Indonesia ke-6 yang terpilih dalam pemilihan umum secara langsung oleh rakyat pertama kali. Yudhoyono menang dalam pemilu presiden September 2004 melalui dua tahapan pemilu presiden atas kandidat Presiden Megawati Sukarnoputri. Ia mulai menjabat pada 20 Oktober 2004 bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden.

Yudhoyono yang dipanggil Sus oleh orang tuanya dan populer dengan panggilan SBY, melewatkan sebagian masa kecil dan remajanya di Pacitan. Melalui amandemen UUD 1945 yang memungkinkan presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, ia kemudian terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pertama pilihan rakyat. Ia menjadi presiden Indonesia keenam setelah dilantik pada 20 Oktober 2004 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Karier militernya terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999 dan tampil sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat. Pangkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jenderal TNI sebelum pensiun pada 25 September 2000. Selama di militer lebih dikenal sebagai Bambang Yudhoyono.

Keunggulan suaranya dari Presiden sebelumnya, Megawati Soekarnoputri pada pemilu 2004 membuatnya terpilih sebagai kepala negara Indonesia. Dalam kehidupan pribadinya, Ia menikah dengan Kristiani Herawati yang merupakan anak perempuan ketiga Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo (alm), komandan RPKAD (kini Kopassus) yang turut membantu menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965.


Latar belakang dan keluarga
 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Ia lahir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949 dari anak pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari ayahnya, silsilahnya dapat dilacak hingga Pangeran Buwono Keling dari Kerajaan Majapahit dengan RM. Kustilah yang merupakan keturunan Gusti Bandoro Ayu (putri Sri Sultan Hamengkubuwono III.

Seperti ayahnya, ia pun berkecimpung di dunia kemiliteran. Selain tinggal di kediaman keluarga di Bogor (Jawa Barat), SBY juga tinggal di Istana Merdeka, Jakarta. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herawati yang adalah anak perempuan ketiga Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhi Wibowo (alm). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo turut membantu menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965. Dari pernikahan mereka lahir dua anak lelaki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1979) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1982).

Agus adalah lulusan dari SMA Taruna Nusantara tahun 1997 dan Akademi Militer Indonesia tahun 2000. Seperti ayahnya, ia juga mendapatkan penghargaan Adhi Mekayasa dan seorang prajurit dengan pangkat Letnan Satu TNI Angkatan Darat yang bertugas di sebuah batalion infantri di Bandung, Jawa Barat. Agus menikahi Anissa Larasati Pohan, seorang aktris yang juga anak dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sejak pertengahan 2005, Agus menjalani pendidikan untuk gelar master-nya di Strategic Studies at Institute of Defense and Strategic Studies, Singapura. Anak yang bungsu, Edhie Baskoro lulus dengan gelar ganda dalam Financial Commerce dan Electrical Commerce tahun 2005 dari Curtin University of Technology di Perth, Australia Barat.


Pendidikan

Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
Jungle Warfare School, Panama, 1983
Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman, 1984
Kursus Komando Batalyon, 1985
Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989
Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas, AS
Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS
Doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tahun 2004.


Karier militer

Tahun 1973, ia lulus dari Akademi Militer Indonesia (Akabri: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan penghargaan Adhi Makayasa sebagai murid lulusan terbaik dan Tri Sakti Wiratama yang merupakan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan intelek. Periode 1974-1976, ia memulai karier di Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad. Pada tahun 1976, ia belajar di Airborne School dan US Army Rangers, American Language Course (Lackland-Texas), Airbone and Ranger Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Kariernya berlanjut pada periode 1976-1977 di Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977), Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978, Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981, Paban Muda Sops SUAD (1981-1982. Periode 1982-1984, ia belajar di Infantry Officer Advanced Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Tahun 1983, ia belajar pada On the job training in 82-nd Airbone Division (Fort Bragg) Amerika Serikat, Jungle Warfare School (Panama, Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman pada tahun 1984, Kursus Komando Batalyon (1985) dan meniti karier di Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985), Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988), dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988).

Periode 1998-1989, ia Sekolah Komando Angkatan Darat dan belajar di US Command and General Staff College pada tahun 1991. Periode (1989-1993), ia bekerja sebagai Dosen Seskoad Korspri Pangab, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994, Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) serta Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (1995-1996). Pada tahun 1997, ia diangkat sebagai Kepala Angkatan Bersenjata dan Staf Urusan Sosial dan Politik. Ia pensiun dari kemiliteran pada 1 April 2001 oleh karena pengangkatannya sebagai menteri.

Lulusan Command and General Staff College (Fort Leavenwort) Kansas Amerika Serikat dan Master of Art (MA) dari Management Webster University Missouri ini juga meniti karier di Kasdam Jaya (1996), dan Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda. Karier militernya terhenti sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI) dengan pangkat Jenderal.


Karier politik

Tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998 yang dilaksanakan pada 9 Maret 1998 dan Ketua Fraksi ABRI MPR dalam Sidang Istimewa MPR 1998. Pada 29 Oktober 1999, ia diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di pemerintahan pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Setahun kemudian, tepatnya 26 Oktober 1999, ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid.

Dengan keluarnya Maklumat Presiden pada 28 Mei 2001 pukul 12.00 WIB, Menko Polsoskam ditugaskan untuk mengambil langkah-langkah khusus mengatasi krisis, menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya lantaran situasi politik darurat yang dihadapi pimpinan pemerintahan. Saat itu, Menko Polsoskam sebagai pemegang mandat menerjemahkan situasi politik darurat tidak sama dengan keadaan darurat sebagaimana yang ada dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1959.

Belum genap satu tahun menjabat Menko Polsoskam atau lima hari setelah memegang mandat, ia didesak mundur pada 1 Juni 2001 oleh pemberi mandat karena ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR. Jabatan pengganti sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan yang ditawarkan presiden tidak pernah diterimanya.

Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001. Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden, jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004. Berdirinya Partai Demokrat pada 9 September 2002 menguatkan namanya untuk mencapai kerier politik puncak. Ketika Partai Demokrat dideklarasikan pada 17 Oktober 2002, namanya dicalonkan menjadi presiden dalam pemilu presiden 2004.

Setelah mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam dan sejalan dengan masa kampanye pemilu legislatif 2004, ia secara resmi berada dalam koridor Partai Demokrat. Keberadaannya dalam Partai Demokrat menuai sukses dalam pemilu legislatif dengan meraih 7,45 persen suara. Pada 10 Mei 2004, tiga partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai presiden dan berpasangan dengan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla.


Ringkasan karir
 
Susilo Bambang Yudhoyono
Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
Dosen Seskoad (1989-1992)
Korspri Pangab (1993)
Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
Asops Kodam Jaya (1994-1995)
Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda
Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)
Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri) mengundurkan diri 11 Maret 2004
Presiden Republik Indonesia (2004-Sedang Menjabat)


Penugasan
Operasi Timor Timur (1979-1980), dan 1986-1988

Jenderal TNI (Purnawirawan) Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah ditugaskan dalam sebuah operasi di Timor-Timur pada periode 1979-1980 dan 1986-1988 ini meraih gelar doktor (PhD) dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 3 Oktober 2004. Pada 15 Desember 2005, ia menerima gelar doktor kehormatan di bidang ilmu politik dari Universitas Thammasat Bangkok (Thailand)[1]. Dalam pidato pemberian gelar, ia menegaskan bahwa politik merupakan seni untuk perubahan dan transformasi dalam sebuah negara demokrasi yang damai. Ia tidak yakin sepenuhnya kalau politik itu adalah ilmu.


Penghargaan

Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973
Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
Satya Lencana Seroja, 1976
Honor Graduate IOAC, USA, 1983
Satya Lencana Dwija Sista, 1985
Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989
Dosen Terbaik Seskoad, 1989
Satya Lencana Santi Dharma, 1996
Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996
Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996
Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
Wing Penerbang TNI-AU, 1998
Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
Bintang Dharma, 1999
Bintang Maha Putera Utama, 1999
Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
Bintang Asia (Star of Asia), 2005, oleh BusinessWeek
Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama, 2006, oleh Sultan Brunei
Doktor Honoris Causa, 2006, oleh Universitas Keio
Darjah Utama Seri Mahkota, 2008, oleh Yang DiPertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin

Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah dicalonkan untuk menjadi penerima penghargaan Nobel perdamaian 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh.


Masa kepresidenan

MPR periode 1999-2004 mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945 UUD 1945 sehingga memungkinkan presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Pemilu presiden dua tahap kemudian dimenanginya dengan 60,9 persen suara pemilih dan terpilih sebagai presiden. Dia kemudian dicatat sebagai presiden terpilih pertama pilihan rakyat dan tampil sebagai presiden Indonesia keenam setelah dilantik pada 20 Oktober 2004 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia unggul dari pasangan Presiden Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi pada pemilu 2004.

Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) sebagai prioritas penting dalam kepemimpinannya selain kasus terorisme global. Penanggulangan bahaya narkoba, perjudian, dan perdagangan manusia juga sebagai beban berat yang membutuhkan kerja keras bersama pimpinan dan rakyat.

Di masa jabatannya, Indonesia mengalami sejumlah bencana alam seperti gelombang tsunami, gempa bumi, dll. Semua ini merupakan tantangan tambahan bagi Presiden yang masih bergelut dengan upaya memulihkan kehidupan ekonomi negara dan kesejahteraan rakyat.

Susilo Bambang Yudhoyono juga membentuk UKP3R, sebuah lembaga kepresidenan yang diketuai oleh Marsilam Simandjuntak pada 26 Oktober 2006.[2] Lembaga ini pada awal pembentukannya mendapat tentangan dari Partai Golkar seiring dengan isu tidak dilibatkannya Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembentukannya serta isu dibentuknya UKP3R untuk memangkas kewenangan Wakil Presiden, tetapi akhirnya diterima setelah SBY sendiri menjelaskannya dalam sebuah keterangan pers.[1]


Layanan SMS Presiden

Sekitar bulan Juni 2005, Presiden SBY memulai layanan pesan singkat (SMS) ke nomor telepon selulernya di 0811109949 namun esok harinya terjadi gangguan teknis karena banyaknya SMS yang masuk dan sekarang diganti cukup dengan SMS ke 9949 setelah itu SMS akan dipilih dan disampaikan ke presiden. Nomor 9949 adalah tanggal lahir beliau (9 September 1949).

Tanggal 28 Juni 2005, Presiden SBY mengirimkan SMS kepada masyarakat dengan nama pengirim Presiden RI yang berisi tentang pencegahan narkoba.[3] Kebenaran SMS ini sudah dikonfirmasikan dan juru bicara Presiden menyatakan berbagai SMS akan menyusul.


Jumat, 27 Maret 2009

With the Nissan GT-R, the running gear manufacturer KW has found an ideal platform for its products. Together with the Japanese importer Hashimoto, the German company refines the Japanese sports car with Clubsport coilovers even before the car is introduced to the European market. And KW brought another 5 refiners into the boat.


For the Nissan GT-R, this co-operation between KW and Hashimoto offers a package for the race course which is also suitable for normal use on the roads. But, the already legendary sports car is not available in Europe yet. Even before the GT-R is let loose onto European roads, KW has extensively refined the automobile.

This includes the coilovers KW Clubsport and Variant 3. The KW Clubsport running gear is the ideal solution for sportive drivers who wish to optimise their roadworthy Nissan for the race course. The Variant 3 coilover is aimed at performance-oriented drivers who attach great importance to comfort in everyday road traffic. Both products allow an independently adjustable traction- and compression phase for an ideal running gear regulation according to the road conditions and the requirements of the driver. Thereby, the stainless steel technology inox line ensures a constant flexibility of all individual parts even during sportive sprints and winter use and therefore guarantees a long durability of the running gear.

Hydraulic system overcomes obstacles
Furthermore, KW integrates its own Hydraulic Lift System HLS 4 at both axles. This enables the driver to lift the car by button or radio control up to 45 millimeters, so it passes speed bumps and other obstacles such as entrances to underground car parks easily. The system even works while driving up to 80 km/h. Nissan GT-R drivers can upgrade the hydraulic system together with a coilover kit or the Variant 3.

As far as the appearance, grip and seats of the car are concerned, the running gear specialist KW and the importer Hashimoto brought further experts into the team. OZ provides the three-part rims Superleggera with six double spokes measuring 10.5×20 inches at the front- and 11×20 inches at the rear axle.

Suitable high-performance tires SP Sport 600 DSST are delivered by Dunlop. All four wheels use the same size 285/35 ZRF20 100Y. Recaro fits the bucket seats, Schroth the six-point racing belts, and the refinement of another partner only becomes visible when the driver gets out of the car: LSD added gull-wing doors and therefore renders a Lamborghini-look to the Nissan.

Despite of all these modifications, the GT-R remains fully operational even off the race course. The sports car maintains its MOT approval when the components are fitted accordingly. Neither KW nor the importer Hashimoto changed the engine performance. The coupe is powered by the standard 3.8-litre V6-biturbo VR38 DETT rendering 480 hp at 6,400 rpm. 588 Newton meters torque propel the Nissan up to 310km/h. For further information about the comprehensive program by running gear specialist KW automotive GmbH including chassis springs, dampers, stabilisers, sport running gears and coilovers, please visit the web site www.kwsuspensions.de. A work result about the refined Nissan GT-R is filed at www.kw-gmbh.de/GTR-Special/




TOKYO (Jan. 8, 2009) -- Nissan Motor Co., Ltd. today announced a new limited-production Nissan GT-R SpecV model, which goes on sale at seven specially selected Nissan dealers throughout Japan on February 2, 2009. The GT-R SpecV is targeted specifically at enthusiast drivers who desire race car-level performance in a street-legal vehicle.

r35 GTR v-Spec in Testing
10 April 2008 What appears to be a prototype for Nissan's GT-R Spec V has been snapped at the N�rburgring. 550 horses could be on tap in the Spec V with a revised front splitter, New six-spoke wheels and a revised braking system. Official GTR Specifications 24 Oct 2007 

a) Engine
VR38DETT twin-turbocharged 3.8-liter V6. 480 hp @ 6,800 rpm. 430 lb-ft torque @ 3,200 - 5,200 rpm. Dual overhead camshafts with variable intake-valve timing. Cast aluminum cylinder block with high-endurance/low-friction plasma-sprayed bores. IHI twin turbochargers, one per cylinder bank. Pressurized lubrication system with thermostatically controlled cooling. 

b) Drivetrain
ATTESA ET-S All-Wheel Drive (AWD) with independent rear-mounted transaxle integrating transmission, differential and AWD transfer case. Rigid, lightweight carbon-composite driveshaft between engine and transaxle. Electronic traction control plus 1.5-way mechanically locking rear differential. Vehicle Dynamics Control (VDC-R) with three driver-selectable settings: Normal (for daily driving, controls brakes and engine output), R-Mode (for ultimate performance, utilizes AWD torque distribution for additional vehicle stability) and Off (driver does not want the help of the system). 
Hill Start Assist prevents rollback when starting on an incline. DisclaimerVDC-R cannot prevent accidents due to abrupt steering, carelessness, or dangerous driving techniques. Always drive safely. 

c) Transmission
6-speed Dual Clutch Transmission with three driver-selectable modes: Normal (for maximum smoothness and efficiency), Snow (for gentler starting and shifting on slippery surfaces), and R mode (for maximum performance with fastest shifts). Fully automatic shifting or full sequential manual control via gearshift or steering wheel-mounted paddle shifters. Dual clutch design changes gears in less than 0.5 second (0.2 second in R mode). Downshift Rev Matching (DRM). 
Predictive pre-shift control (in R mode) based on throttle position, vehicle speed, braking and other information. 

d) Wheels and Tires
20 x 9.5" (front) and 20 x 10.5" (rear) super-lightweight forged-aluminum wheels with Gunmetal Gray finish. 
Exclusively developed nitrogen-filled Bridgestone� RE070A high-capacity run-flat summer tires, 255/40R20 front and 285/35R20 rear. 
Tire Pressure Monitoring System (TPMS). 
Optional exclusively developed nitrogen-filled Dunlop� run-flat all-season tires, 255/40R20 front and 285/35R20 rear (includes Bright Silver wheels). 

e) Brakes
Brembo 4-wheel disc brakes with 4-wheel Antilock Braking System (ABS), Brake Assist, Electronic Brakeforce Distribution and Preview Braking. Two-piece floating-rotor 15-inch front and rear discs with diamond-pattern internal ventilation. 6-piston front/4-piston rear monoblock calipers. 

f) Steering
Rack-and-pinion steering with vehicle-speed-sensitive power assist.  2.6 steering-wheel turns lock-to-lock. 

g) Suspension
4-wheel independent suspension with Bilstein� DampTronic system with three driver selectable modes: Normal/Sport (for automatic electronic control of damping), Comfort (for maximum ride comfort), and R mode (engages maximum damping rate for high-performance cornering). 
Electronically controlled variable-rate shock absorbers. High-accuracy progressive-rate coil springs. 
Front double-wishbone/rear multi-link configuration with aluminum members and rigid aluminum subframes. 
Hollow front and rear stabilizer bars. 

h) Body/Chassis
Exclusive Premium Midship platform with jig-welded hybrid unibody. 
Aluminum hood, trunk and door skins. Die-cast aluminum door structures. 
Carbon-reinforced front crossmember/radiator support. 

i) Exterior
Wide-beam headlights with High Intensity Discharge (HID) low beams. 
LED taillights and brake lights. 
Dual heated power mirrors. 
Flush-mounted aluminum door handles. 
Body-color rear spoiler with integrated center high-mounted stop light. 
UV-reducing tinted glass. Audio/Navigation/Performance Monitor 
Digital Bose� audio system with AM/FM/in-dash 6-CD changer and 11 speakers including dual subwoofers. 
HDD Music Box system, including hard drive with 9.4 GB for audio storage. 
MP3, WMA and DVD audio capable. In-dash Compact Flash card reader. 
HDD-based GPS navigation with touch screen. 
Driver-configurable performance monitor, developed with Sony� Polyphony, with graphical readouts of vehicle data and driving data displayed on a total of 11 screens. 
7-inch WVGA high-resolution color-LCD display for audio, navigation and performance monitor. 

j) Interior
Automatic Temperature Control (ATC). 
Electronic analog instrument cluster with multi-function trip computer and digital gear indicator. 
Power front windows with one-touch auto-up/down feature. 
Intelligent Key system with pushbutton start. Power door locks. 
Cruise control. 
Tilt/telescoping steering column. 
Bluetooth� Hands-free phone system with voice recognition. Seating/Appointments 
Leather upholstered front seats with perforated Alcantara inserts. 
8-way power front seats with entry/exit switch for rear-seat passengers. 
Driver-shaped bucket seat. 
Dual individual rear seats. 
Heated front seats. 
Leather-wrapped steering wheel and shift knob. 
Drilled aluminum pedals. Safety/Security 
Nissan Advanced Air Bag System (AABS) with dual-stage supplemental front air bags, seat belt sensors and occupant-classification sensor. 
Driver and front-passenger side-impact supplemental air bags and roof-mounted curtain supplemental air bags. 
Front seat belts with pretensioners and load limiters. 
Nissan Vehicle Immobilizer System. 
Vehicle Security System.